Polri Simpulkan Kebakaran Kejagung Akibat Cerutu Setelah 4 Kali Rekonstruksi

Merdeka. com – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo membeberkan rekonstruksi yang dilakukan tim gabungan penyidik Polri di dalam mengungkap kasus kebakaran Kejaksaan Mulia (Kejagung). Polri menyebut puntung cerutu yang menjadi awal penyebab munculnya api.

Sambo mengucapkan, saat penyelidikan, tim gabungan memanggil dan memeriksa semua pihak yang sebelum kejadian berada di daerah Kejagung. Pihak yang turut dimintai keterangan adalah pegawai Kejagung, pelaku bangunan, keamanan dalam, cleaning service hingga office boy.

“Penyidik ingin mengetahui semua gaya dan kegiatan pegawai Kejaksaan Luhur, tukang, keamanan dalam, cleaning service, office boy serta orang-orang yang berada pada hari kejadian mulai pagi sampai terjadinya kebakaran dalam Sabtu, 22 Agustus, ” perkataan Sambo dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Pemanggilan dan penyeliaan terhadap mereka untuk mencari terang apa yang mereka lakukan sebelum kebakaran. Selain itu, terhadap itu masing-masing, tim penyidik gabungan serupa menelisik mereka tengah bersama siapa.

“Pada tahapan ini penyidik menemukan alat bukti yang signifikan yaitu minyak lobi, atau minyak pembersih lantai, ” cakap Sambo.

Sementara masa rekonstruksi penyidikan dilakukan selama 4 kali lantaran ditemukan bahwa sumber api berada di lantai enam Aula Biro Kepegawaian.

Rekonstruksi pertama yakni terkait seluruh kegiatan orang-orang yang berada di lantai 6 sebelum kebakaran, terpaut apa saja yang dilakukan dan siapa saksinya. Rekonstruksi kedua terkait proses pemadaman api yang prima kali datang ke lantai enam Aula Biro Kepegawaian.

Rekonstruksi ketiga ingin mengetahui kesibukan pekerja bangunan selama bekerja di Aula Biro Kepegawaian lantai enam. Rekonstruksi keempat dilakukan sebanyak besar kali di laboratorium Fakultas Metode UI untuk memastikan apakah betul open flame berasal dari tidak keruan api.

Saat rekonstruksi ini, tim penyidik gabungan telah mulai fokus menggali keterangan sejak mereka yang saat itu berada di lantai 6 gedung Kejagung.

“Kami fokus ke orang-orang yang berada dilantai 6 sebelum, sesaat dan setelah kebakaran, untuk mendapatkan keterangan kenapa obor berasal dari lantai 6, ” kata dia.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6. com [rhm]