Komisi IX Kritik DKI Soal Kerumunan Tanah Abang: Pemda Tidak Siap Antisipasi

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Merdeka. com – Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menyoroti kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Kakanda, Jakarta Pusat. Dia mempertimbangkan Pemprov DKI Jakarta di dalam menangani penyebaran Covid-19 dalam Pasar Tanah Abang tersebut.

“Aparat negeri di daerah tidak siap terhadap antisipasi gejolak membludaknya Pasar Tanah Abang. Ketidaksiapan ini terlihat dari tidak adanya penyekatan, tidak ada penutupan pintu-pintu masuk transportasi menuju ke Tanah. Seluruh dilakukan setalah adanya kerumunan yang banyak diarea rekan tanah Abang, ” sirih Rahmad di Jakarta, Minggu (2/5).

Rahmad mengaku sudah melihat acara video Pasar Tanah Abang yang beredar di jalan sosial. Ia menyayangkan serta mencemaskan keramaian pasar Tanah Abang oleh pengunjung yang serupa sekali tak berjarak. Suasana ini sudah mengkhawatirkan kepada potensi paparan Covid-19.

Dia bilang, melonjaknya pengunjung di Pasar Desa menjadi tontonan yang bertolak belakang dengan langkah pemerintah was-was mengendalikan penyebaran virus Covid-19. Di saat yang persis, pemerintah pusat gencar mengabulkan larangan mudik pada lebaran tahun ini. Tetapi, pada Pasar Tanah Abang kaya seolah-olah tidak ada takutnya terhadap masa pandemi Covid-19.

“Kita kudu segera konsolidasi gubernur, Satgas daerah dan aparat kebahagiaan TNI Polri untuk mengkanalisasi supaya segera diurai, jadi tidak sampai terjadi akumulasi pengunjung lagi, apalagi kalau sampai sore hari, “imbuhnya.

Menurutnya, Pemprov DKI bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menodongkan lebih banyak aparat. Bagaimana mengatur sebelum pengunjung sampai ke pasar Tanah Kakak sehingga kapasitas tidak sempurna. Rahmad mendorong perlu segera dilakukan penanganan di Desa Abang. Semestinya bisa pada kanalisasi dan diantisipasi.

“Saya kira perihal di Pasar Tanah Abang sangat disayangkan. Mestinya pintu-pintu masuk menuju pasar Tanah Abang bisa direlokasi, dialihkan untuk sementara tidak mendalam dulu ke pasar Tanah Abang karena memang status tidak memungkinkan, “kata Rahmad.

Rahmad mengingatkan, hendaknya masyarakat bisa menelaah seperti yang terjadi dalam India saat ini. Negara tersebut sedang dihantam pandemi Covid-19 karena banyak gerombolan masyarakatnya di beberapa wadah.

“Saya mendesak perlu koordinasi aparat kepolisian dan TNI untuk mengabulkan penyekatan-penyekatan-penyekatan sampai sore diantisipasi jangan sampai masuk dulu ke Tanah Abang, itu perlu dilakukan, “imbuhnya. [eko]