Seminggu PSBB Diterapkan, Penumpang KRL & Angkutan Umum di Jakarta Menemui Penurunan

Merdeka. com – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diterapkan Pemprov DKI Jakarta sudah berjalan sepekan sejak 14 September lalu. Kebijakan itu ternyata berdampak pada penurunan jumlah pengikut Commuter Line.

Vice President Corporate Communications PT Gerobak Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba, menjelaskan data sepekan terakhir PSBB transisi, rata-rata penumpang KRL bohlam harinya, 369. 728 orang.

“Pada pekan pertama penerapan PSBB penuh, hanya tercatat 298. 385 pengguna per hari ataupun mengalami penurunan sekitar 21 komisi, ” kata Anne melalui bahan tertulis, Senin (21/9).

Dia menjelaskan, penurunan jumlah pengikut terlihat di sejumlah stasiun kota-kota penyangga. Seperti di Stasiun Bogor, pekan lalu turun 17 upah dan Stasiun Bekasi turun sebanyak 25 persen saat hari perdana PSBB.

Selain tersebut, untuk jumlah penumpang setelah sepekan PSBB juga tetap mengalami kemerosotan bila dibandingkan dengan Senin (14/9/2020).

“Hingga pukul 07. 00 pagi, jumlah pengguna KRL tercatat 61. 488, berkurang 2 persen dibandingkan Senin pekan berantakan pada kurun waktu sama yang berjumlah 62. 497 pengguna, ” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, penurunan jumlah penumpang pula terlihat di sejumlah angkutan publik di Jakarta.

“Terjadi penurunan rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan sebesar 22, 83 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB Masa Transisi, ” sirih Syafrin dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).

Kata tempat, untuk penumpang harian angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) pula mengalami penurunan sebesar 43, 85 persen dibandingkan saat PSBB pergantian.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6. com [lia]