Saat Elite Golkar Irit Kata Ditanya Azis Syamsuddin Terbabit Dugaan Suap

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Merdeka. com awut-awutan Kepala Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto irit bicara terkait kasus yang menimpa Wakil Ketua Umum Golkar Azis Syamsuddin. Airlangga dan Golkar bungkam saat dicecar pertanyaan mengenai Azis.

“Nanti ada waktunya. Ada waktunya ya, ” ujar Airlangga usai pertemuan secara PKS di kantor DPP Golkar, Kamis (28/4) suangi.

Lebih lanjut, Airlangga ditanya mengenai tingkah laku Golkar terhadap proses dasar Azis di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lagi-lagi, Menko Perekonomian menghindar wartawan dan langsung masuk ke mobilnya yang berkelir hitam.

“Terima kasih, ada waktunya nanti, ” ucapnya.

Sementara tersebut, elite partai Golkar lain yang sempat menghadiri pertemuan dengan PKS pun tutup mulut. Sekjen Lodewijk Paulus, Waketum Golkar Adies Kadier, Waketum Nurul Arifin menolak cakap saat ditanya mengenai kasus Azis Syamsuddin.

Dalam pertemuan hari tersebut, Azis tidak terlihat terlihat.

Sebelumnya, Pengantara Ketua DPR itu diduga terlibat kasus suap dengan melibatkan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Azis ialah pihak yang memperkenalkan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju kepada Syahrial agar kasusnya tidak dilanjutkan di KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan bervariasi dokumen dari penggeledahan empat lokasi berbeda di Jakarta , di antaranya ruang kerja dan vila dinas Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, pada penyidikan kasus dugaan suap untuk tidak menaikkan mengenai ke tingkat penyidikan.

Empat lokasi itu, yakni ruang kerja Pemangku Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di Gedung DPR RI, Jakarta dan sendi dinas Azis di Jakarta Selatan. Sedangkan dua kedudukan lainnya, yakni apartemen sejak pihak-pihak yang terkait secara kasus tersebut.

“Dalam proses penggeledahan, ditemukan dan diamankan bukti-bukti antaralain berbagai dokumen dan bahan yang terkait dengan kasus, ” kata Plt Tukang Bicara KPK Ali Fikri.

KPK mutlak menetapkan tiga tersangka, yaitu penyidik KPK dari Polri Stepanus Robin Pattuju (SRP), Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MS), dan Maskur Husain (MH) selaku adjuster.

Dalam konstruksi perkara disebut pada Oktober 2020, Syahrial menemui Azis di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan & menyampaikan permasalahan adanya penyelidikan yang sedang dilakukan oleh KPK di Pemkot Tanjungbalai.

Azis tepat memperkenalkan Syahrial dengan Stepanus. Dalam pertemuan tersebut, Syahrial menyampaikan permasalahan terkait pengkajian dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang sedang dikerjakan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan & meminta agar Stepanus mampu membantu agar permasalahan analisis tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Stepanus bersama Maskur sepakat memproduksi komitmen dengan Syahrial terpaut penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK secara menyiapkan uang Rp1, 5 miliar. [ray]