Pergoki sedang Kencan, Suami di Aceh Bacok Selingkuhan Istri Hingga Tewas

Merdeka. com porakporanda Pelaku pembacokan di Pasar Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar AM (40) menyerahkan diri ke polisi usai ditetapkan dalam daftar pencarian karakter (DPO).

“Akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian, karakter menyerahkan diri setelah ditetapkan jadi DPO, ” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto dalam jumpa pers, di Banda Aceh, Kamis (19/11).

Trisno menyampaikan, AM (40) ditangkap karena telah melakukan penganiayaan berat (pembacokan) terhadap KD (41) hingga meninggal dunia. Keduanya baik pelaku maupun korban merupakan warga Aceh Besar.

“AM menyelenggarakan penganiayaan berat terhadap KD secara sebilah parang hingga melukai awak KD pada bagian tangan sepotong kiri, luka di telapak tangan kanan, kaki kiri, perut kanan dan bahu kiri, ” ujarnya.

Trisno menyebutkan, kejadian itu disebabkan karena korban menyusun hubungan dengan istri pelaku yang berinisial ST. Karena hubungan terlarang tersebut, kecurigaan tersangka AM semakin memuncak setelah menemukan istrinya medium jalan dengan korban.

Saat bertemu dengan korban, lanjut Trisno, pelaku yang membawa sebilah parang langsung mengayunkannya ke cermin mobil pickup milik korban.

Setelah itu, korban tahu keluar dari mobil dan lari diri, namun tersangka AM langsung mengejarnya hingga korban terjatuh di TKP (tempat kejadian perkara, ” sebut Kapolresta.

“Saat korban terjatuh, di situ simpulan AM membacok tubuh korban berkali-kali sehingga terjadi pendarahan hebat & meninggal dunia di rumah kecil akibat pendarahan berat, ” katanya.

Setelah membacok, prawacana Trisno, pelaku melarikan diri ke perbukitan Ampe Awee, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar untuk melaksanakan persembunyian sampai dikeluarkan status DPO.

“Dengan itikat cantik yang diimbau oleh Polresta Banda Aceh, tersangka akhirnya menghubungi perangkat gampong untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian, ” ujar Trisno.

Akibat perbuatannya, tersangka AM dijerat dengan Pasal 355 Ayat 2 KUHP Yo Urusan 353 KUHP ayat 3 secara ancaman hukuman 15 tahun tangsi. [gil]