Perdana Diresmikan Jokowi, Tol Pekanbaru-Dumai oleh karena itu Area Kebut-kebutan Pengendara

Merdeka. com – Baru sepekan diresmikan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ), ruas Tol Pekanbaru-Dumai sudah jadi area kebut-kebutan pengendara. Pengendara memacu kendaraannya melebihi 80 km/jam, batas kecepatan dalam berkendara.

Manajer Cabang Pungutan Permai Indrayana mengatakan banyak pengendara mobil yang akhirnya ditilang polisi berarakan lintas.

Ia mengingatkan kepada pengendara yang menggunakan tiang tol untuk mematuhi kecepatan kendaraan, yaitu maksimal hanya 80 Km/jam, dan minimal 60 Km/jam.

“Penindakan ini dilakukan buat mencegah terjadinya kecelakaan, sekaligus menganjurkan kenyamanan terhadap pengendara lain, ” katanya.

Tol Elok sepanjang 131, 5 Km hangat saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada pekan lalu. PT Hutama Karya selaku pengelola Bulevar Tol Trans Sumatera masih menggratiskan jalan tol tersebut sampai Surat Keputusan (SK) dari Menteri PUPR tentang tarif tol diterbitkan.

Masyarakat cukup menggunakan kartu uang elektronik untuk membuka gerbang di pintu masuk dan muncul jalan tol, tanpa dipungut imbalan.

Pantauan di tempat, seperti diberitakan Antara, sejak diresmikan banyak pengendara memacu kendaraan mereka karena kondisi jalan tol dengan mulus dan mayoritas berupa jalur lurus.

Kondisi tersebut berbeda dibandingkan Jalan Lintas Timur Sumatera, yang selama ini digunakan masyarakat jalannya berkelok dan banyak pendakian.

Indrayana membaca aparat kepolisian menggunakan pistol pengukur kecepatan (speed gun) saat melakukan patroli bersama pengelola jalan pungutan. Apabila ada kendaraan yang terpantau melebihi kecepatan maksimal, maka bakal ditilang langsung ditempat.

“Sudah ada ditilang, karena kecepatan melebihi dari yang ditentukan. Yang menindak kepolisian, kita bekerja pas dengan Polda Riau untuk meneroka kecepatan kendaraan menggunakan sensor kemajuan speed gun. Sudah ada penindakan tilang, ” ujarnya.

Ia mengatakan jumlah kendaraan dengan ditilang datanya ada di kepolisian.

Menurut dia, inti dari penindakan tersebut merupakan penerapan edukasi agar masyarakat tidak terhindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan.

Tanpa perlu mengebut dan cukup mematuhi kecepatan yang ditentukan, lanjutnya, perjalanan dari Pekanbaru ke Dumai memakan waktu kira-kira 1, 5 hingga dua jam. Ini sudah lebih cepat ketimbang lewat jalan biasa yang menyentuh 4-5 jam.

Tatkala itu, ia mengatakan untuk total kendaraan yang teah menggunakan pungutan Permai sejak dioperasikan pada keadaan Sabtu (26/9) lalu mencapai kira-kira 7. 500 kendaraan per hari.

“Jadi dalam besar hari saja tercatat sudah 15. 819 aktivitas lalu lintas yang terpantau di Tol Pekanbaru Dumai pascaperesmian, dan pengoperasian, ” ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Riau Syamsuar, juga telah mengimbau untuk masyarakat yang menggunakan tol Indah, diharapkan untuk mengikuti aturan yang berlaku di tol. Karena penerapan tol yang bebas hambatan tersebut, tidak sama dengan jalan ijmal biasanya. Walaupun bebas hambatan kecepatan juga dibatasi untuk keselamatan pengendara.

“Jalan tol ini paling tinggi kecepatannya adalah 80 Kilometer perjam, dan paling rendahnya 60 kilometer perjam. Harapan saya tidak digunakan untuk balapan, karena jalan tol ini berbahaya sekadar kalau nanti kencang. Oleh sebab itulah selam dua minggu tersebut harapan kami tidak ada kecelakaan, harapan kami masyarakat ikut santun. Mari gunakan aset yang kita banggakan ini pertama kali di Riau, ” kata Syamsuar. [rhm]