Pengumpulan Data Rekening Penerima Subsidi Penghasilan Diperpanjang Hingga 15 September

Merdeka. com – Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto, mengatakan, subsidi penghasilan BPJS Ketenagakerjaan gelombang 2 telah cair. Namun, jumlah data bon peserta tidak valid mencapai satu, 6 juta orang, sehingga penyatuan data nomor rekening penerima upah diperpanjang hingga 15 September 2020.

“Kami terus memajukan perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor bon peserta yang memenuhi persyaratan, secara batas waktu telah diperpanjang tenggat tanggal 15 September 2020. Awak juga berharap perusahaan mempercepat proses penyampaian data yang dikonfirmasi kembali, ” kata Agus dikutip laman resmi BPJamsostek, Jakarta , Senin (7/9).

Sebelumnya, sejak 27 Agustus 2020 sudah ada 1, 9 juta penerimaan bantuan subsidi gaji. Mutlak penerima bantuan subsidi gaji pekerja berjumlah sekitar 15, 7 juta peserta. Pemerintah menargetkan ada 3 juta pekerja yang menerima bantuan subsidi gaji di tahap dua ini.

Di sisi lain, Agus mengimbau kepada asosiasi pekerja agar selalu waspada kepada munculnya potensi penipuan hingga penyamunan data. “Kami mendapati ada cara pencurian data via media sosial dengan menggunakan akun palsu dengan mengatasnamakan BPJamsostek. Saya tegaskan kalau syarat penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) ini mutlak berdasarkan etika dari Permenaker 14 tahun 2020, ” imbuhnya.

Masyarakat juga dapat mengakses akun jalan sosial resmi BP JAMSOSTEK @bpjs. ketenagakerjaan pada Instagram, @bpjstkinfo dalam platform Twitter, dan BPJS Ketenagakerjaan pada Facebook di mana keseluruhan akun tersebut sudah berstatus terverifikasi.

“Kami sangat mengharapkan kerjasama semua pihak agar proses penyatuan nomor rekening pekerja calon penerima BSU ini berjalan dengan mampu agar dana BSU yang diterima para pekerja peserta JAMSOSTEK sanggup dimanfaatkan dengan baik dan perekonomian Indonesia kembali normal, ” menutup Agus

Reporter Calon: Brigitta Belia [azz]