KSP Minta Publik Bersabar Tunggu Naskah Resmi UU Ciptaker Usai Diteken Presiden

Merdeka. com – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Pemimpin (KSP) Ade Irfan Pulungan memberikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan kanal naskah resmi Undang Undang Membangun Kerja. Setelah Presiden Joko Widodo mendatangani naskah yang telah diserahkan oleh DPR pada Rabu (14/10) lalu.

Hal tersebut menanggapi pertanyaan kapan dan bagaimana masyarakat mendapatkan akses naskah UU Omnibus Law Ciptaker yang sah. “Ya sekarang ini kan DPR sudah serahkan ke Sekretariat Negeri lewat Mensesneg. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ditandatangani Presiden & bisa di sampaikan di lembaran negara tidak terlalu lama lagi publik bisa mengakses itu, ” katanya saat diskusi SmartFM, Sabtu (17/10).

Menurutnya, dengan masyarakat mendapatkan naskah resmi yang sudah selesai itu lah, bisa menjadi rujukan bagi masyarakat untuk menepis kesimpang siuran informasi dengan beredar terkait UU Omnibus Law Ciptaker tersebut.

“Mungkin kita bisa pahami bersama tersebut lah yang benar-benar resmi & sesuai dengan pembahasan di DPR yang sudah disahkan di DPR. Karena memang banyak yang beredar di awal ada versi 1030-an dan macam-macam di medsos itu, ” terangnya.

Terlebih saat ini, kata dia, bangsa lebih percaya dengan konten yang tersebar di media sosial. Real banyak informasi yang dapat dikategorikan sebagai hoaks dan belum tetap benar.

Beberapa data hoaks antara lain soal kekurangan pesangon bagi pekerja yang tepat PHK hingga hak cuti. Namun, ia dapat memastikan hal-hal tersebut tidak benar dan pemerintah mampu berikan penjelasan itu dengan menjemput undang yang resmi.

“Banyak informasi yang kita dapatkan di medsos tentang hal-hal dengan negatif, apalagi tentang klaster ketenagakerjaan. Terkait misalnya pesangon tidak ada lagi, cuti, dan sebagainya, ” tutur Irfan.

“Tapi pada prinsipnya sebagaimana kami jelaskan bahwa hal-hal tersebut bisa awak klarifikasi, bahwa hal tersebut tak benar, ” tambahnya. [bal]