KPU Semarang Fasilitasi Pasien Covid-19 Gunakan Hak Pilih di Pilkada 9 Desember

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Merdeka. com – Tip Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memastikan pasien Covid-19 yang menjalani karantina atau perawatan di panti sakit tetap dilayani menggunakan sah pilihnya pada Pilkada 9 Desember 2020. KPU masih mendata, namun petugas tidak memaksa pasien bila tidak mau menggunakan hak pilihnya.

“Kita sifatnya mengarah butuh data dan sikap bahwa dia (pemilih) ingin coblos. Maka ada data kalau orangnya tak bersedia coblos kan kita tidak bisa memaksa, ” kata Pemimpin KPU Kota Semarang, Hendry Cassandra Gultom saat dikonfirmasi, Minggu (6/12).

Terkait data pasien covid-19 yang hendak mencoblos, sejauh ini memang belum masuk ke pihaknya. Namun, untuk pelayanan petugas bersedia mengurus surat pindah mengangkat atau formulir A5 dengan menentang bangsal-bangsal dan rumah karantina mandiri atau kelompok.

“Jadi untuk TPS di tempat karantina rumah dinas Wali Kota Semarang belum bisa menentukan jumlahnya. Tapi, petugas KPPS siap melayani sah pilih pasien dengan syarat adat kesehatan, ” jelasnya.

Selanjutnya untuk keamanan, petugas KPPS wajib memakai baju hazmat dengan sudah dipersiapkan di setiap TPS yang sudah melayani pemilih padahal karantina atau perawatan.

“Pemilih yang dilayani yang sudah melapor melalui keluarganya bahwa tersedia satu keluarganya sedang menjalani karantina atau perawatan di rumah melempem, ” ujarnya.

Sedangkan untuk kebijakan pasien covid-19 dengan berada di rumah sakit tidak berlaku bagi pasien dengan kategori berat. “Jadi hak mencoblos cuma pasien yang secara sadar saja kita mendatangi didampingi perawat, ” kata dia. [did]