Jaksa Tangkap Buronan Korupsi Alkes di Rumah

Merdeka. com – Tim dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Mengetengahkan (Kejati Sumut) bersama Kejari Karo menangkap Parlaungan Hutagalung (57). Buronan ini merupakan terpidana dalam perkara pengadaan alat kesehatan di RSUD Kabanjahe yang diputus bersalah semenjak 2016.

“Penangkapan dilakukan tadi malam, Sabtu (19/9) kira-kira pukul 20. 00 Wib di kediaman yang bersangkutan di Kecamatan Medan Helvetia, ” kata Plt Kasi Penkum Kejati Sumut Karya Graham Hutagaol dalam keterangannya, Minggu (20/9).

Dia membentangkan, hukuman untuk Parlaungan sudah berdaya hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No. 2410 K/Pid. Sus/2015 tanggal 16 Juni 2016. Dia dijatuhi hukuman 4 tarikh 6 bulan penjara dan kompensasi Rp200. 000. 000 subsider enam bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp519. 092. 522, 00 dengan ketentuan jika tidak dibayar maka kekayaan bendanya akan disita dan dilelang. Apabila hasil lelang tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti kecelakaan negara itu, maka dia dipidana 2 tahun penjara.

“Sejak putusan berkekuatan hukum lestari dan dipanggil jaksa eksekutor, yeng bersangkutan 3 kali tidak sampai, sehingga terbit DPO, ” sahih Karya.

Parlaungan diketahui berada di rumahnya. Tim Bertabur Kejati Sumut bersama tim intelijen Kejari Karo pun mengamankannya. Tidak ada perlawanan dalam operasi tersebut. Terpidana kooperatif dan langsung dibawa ke kantor Kejari Medan.

Dalam perkara ini, Parlaungan merupakan Kepala Cabang PT Mendjangan Medan, rekanan RSUD Kabanjahe, Karo, Sumut, dalam pengadaan alat-alat kedokteran umum atau alat kesehatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 2008. Kegiatan itu menggunakan pagu perkiraan Rp1. 289. 494. 980. Abdi penegak hukum menemukan dugaan aksi pidana korupsi pada proyek itu, jadi merugikan negara Rp519. 092. 522. Setelah diadili, Parlaungan dinyatakan benar bersalah dan dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara. [noe]