Ekor Iklan Penjualan Gedung DPR, Shopee Minta Pengguna Aktif Melapor

Merdeka. com – Undang-Undang Cipta Kerja telah disahkan pada Senin (5/10) lalu, namun bentuk penolakan secara halus terus dilakukan dengan menganjurkan iklan penjualan gedung DPR MENODAI. Hal itu bagian dari wujud protes dan menyampaikan rasa patah hati.

Ditemukan beberapa potret iklan gedung DPR dengan makna yang sangat murah, dari Rp 1. 000 hingga yang termahal, mencapai Rp 99. 000 sekadar. Iklan ini terpampang di berbagai laman situs jual-beli online, sesuai Shopee dan Tokopedia.

Menyikapi hal itu, Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo mengatakan, pihaknya akan segera menurunkan iklan penawaran gedung DPR RI. Memikirkan penawaran iklan tersebut dinilai melanggar ketentuan perusahan yang berlaku.

“Kami telah memastikan seluruh produk terkait dan toko dengan menjual Gedung DPR di penerapan Shopee yang tidak sesuai secara standar ketentuan penjualan produk pada aplikasi kami, dan akan ditindaklanjuti untuk diturunkan, ” ujar dia kepada Merdeka. com, Rabu (7/10).

Radityo menambahkan, buat mencegah kejadian serupa, pihaknya serupa meminta kepada seluruh pengguna buat aktif melaporkan seller maupun buatan yang meresahkan kepada pihak Shopee melalui aplikasi yang tersedia. Situasi ini untuk mencegah terulangnya penawaran penjualan yang dianggap melanggar ketentuan perusahan maupun regulasi di Indonesia.

“Shopee memiliki tim internal yang terdedikasi untuk melakukan pemantauan secara aktif dan
rutin terhadap aktivitas dan produk-produk yang terjual di dalam aplikasi kami. Hal ini agar cocok dengan regulasi, serta norma-norma baik yang berlaku, ” tambahnya. [azz]