DPR Minta OJK Mediasi Pihak Terkait di Kasus Maybank

Merdeka. com – Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Keadilan Tenteram ( PKS ) Anis Byarwati menyoroti raibnya simpanan nasabah Winda D Lunardi di Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank/BNII) sebesar Rp 22 miliar. Menurutnya, kasus ini menjadi preseden membatalkan bagi perbankan.

“Saya kira kasus ini telah menjelma preseden buruk terkait dengan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Masyarakat hendak merasa tidak aman menyimpan kekayaan di bank, ” kata Anis di Jakarta , Kamis (12/11).

Anis menilai, kasus ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan internal perusahaan (bank). Indikator lemahnya sistem pengawasan itu terlihat dengan terjadinya management fraud yang dilakukan karyawan sendiri. Selain itu, kasus ini juga membuktikan belum maksimalnya pengawasan Otoritas Pertolongan Keuangan (OJK) terhadap sektor perbankan.

Dia menegaskan, kalau nasabah berhak mendapatkan penyelesaian perkara secara patut dan adil. Kejadian itu sebagaimana dijamin oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dan Undang-Undang sektoral lainnya.

“Saya kira menjadi bagian dari tugas OJK untuk melakukan mediasi antara konsumen dengan pihak bank, untuk menjamin hak nasabah yang dijamin Peraturan ini terpenuhi, ” ujar kepala DPP PKS Bidang Ekonomi serta Keuangan itu.

Anis mengingatkan, bahwa kasus ini ialah management fraud yang terkait secara sistem pengawasan internal bank & sistem pengawasan OJK sebagai pemegang otoritas pengawasan sektor perbankan.

Dia melanjutkan, pengawasan perbankan menjadi tugas utama dari OJK. Karena itu, OJK tidak pas hanya meminta bank untuk meningkatkan pengawasan internalnya atau meminta bank melakukan investigasi. Tetapi OJK harus melakukan mediasi antara perbankan dengan nasabah yang dirugikan.

“Mediasi sangat diperlukan untuk menjamin dan memastikan hak-hak konsumen jadi nasabah Maybank telah dipenuhi, ” imbuhnya.

“Kasus tersebut jangan hanya berhenti pada ditetapkannya oknum bank sebagai tersangka, akan tetapi kasus ini harus diselesaikan dengan tuntas dengan pertanggungjawaban daripada semua pihak yang memiliki kaitan dengan kasus ini, ” pungkasnya. [cob]