Distributor Sayur Meninggal Positif Covid-19, Suku Sempat Menolak Swab

Merdeka. com – Kasus penolakan untuk menyelenggarakan tes swab dan karantina sendiri sempat terjadi di Kota Solo. Penolakan dilakukan oleh keluarga distributor sayur dan bahan makanan dengan meninggal positif Covid-19 di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Mereka sempat menolak untuk dilakukan tes usap dan menutup sementara tokonya untuk karantina.

Lurah Mojo, Margono, mengatakan pra meninggal pedagang sayur dan target makanan tersebut dirawat di rumah sakit dengan status suspek. Kemudian, meninggal dunia pada Rabu (11/11) dengan hasil swab terkonfirmasi membangun Covid-19.

Mereka yang kontak erat terhadap pedagang sayur dan bahan makanan itu serupa ditracing dan dilaksanakan uji swab. Termasuk anggota keluarga.

“Saya tidak tahu persis riwayat pedagang sayur dan bahan makanan yang meninggal positif Covid-19. Beta menerima informasi melalui pesan WhatsApp bahwa pedagang itu dirawat pada rumah sakit dengan status suspek, ” ujar Margono, Jumat (13/11).

Margono mengaku sudah menyampaikan pesan dari Puskesmas ke menantu pedagang yang meninggal biar keluarga melakukan karantina mandiri serta sementara menutup tokonya.

“Kemarin tokonya sudah tutup. Tim sudah melakukan karantina mandiri, ” katanya.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, membenarkan hasil swab pedagang yang meninggal tersebut positif Covid-19. Menurutnya, terhadap keluarga itu sudah dilakukan swab dan karantina.

“Keluarga pedagang sayur dan bakal makanan yang meninggal positif Covid-19 awalnya memang menolak untuk di-swab. Namun, setelah diberikan pemahaman, akhirnya mereka mau di-swab, ” terangnya.

Menurut Sekda Kota Solo itu, keluarga menolak swab karena merasa sehat dan tak terpapar Covid-19. Namun saat itu sudah di-swab dan tinggal menduduki hasilnya.

Terkait langsung meningkatnya jumlah kasus Covid-19 dalam Solo, menurut Ahyani, dikarenakan adanya peningkatan aktivitas tracing. Hampir pada setiap tracing kontak pasien positif Covid-19 rata-rata 20 persen tersebut terpilih. [lia]