Diperiksa Polisi, Rizieq Imbau Pengikut Sumbang Dukungan dari Rumah & Hindari Kerumunan

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Merdeka. com – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab akan mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus kerumunan di Sabtu (12/12). Rizieq mengimbau pada pengikutnya tak melakukan kerumunan era memberikan dukungan.

“Kepada umat Islam sekali lagi jangan bikin kerumunan, sebab kalau bikin kerumunan lagi, ada provokator, kacau lagi, gaduh lagi. Saya tak mau ada kegaduhan, saya tidak mau ada kerumunan, saya ingin pemeriksaan itu berjalan secara cara sesuai dengan undang-undang yang benar dan kepada masyarakat cukup doakan dari rumah agar saya begitu juga pengacara semua diberikan kekuatan oleh Allah SWT, ” introduksi Rizieq dalam sebuah video ditayangkan kanal Youtube Front TV, Sabtu (12/12) dini hari.

Rizieq mengingatkan para pendukungnya jangan sampai mengganggu proses hukum dengan tengah dijalaninya. Dia meminta supaya para pendukungnya memberikan doa supaya proses hukum tersebut berjalan mampu.

“Jadi jangan datang mengganggu proses hukum ini, setia, tenang, ikuti proses hukum tersebut dengan baik sesuai dengan aturan yang ada, banyak-banyak berdoa. Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik, insya Allah, Allah memberikan keamanan, kesejahteraan, kemenangan dan lain sebagainya. Siap tolong jangan buat kerumunan, sebab kita sudah punya komitmen, bagaimana untuk tetap menjaga protokol kesehatan tubuh, bagaimana kita bersama-sama semua komponen anak bangsa yang ada untuk mengatasi pandemi di kita punya negeri, ” kata Rizieq.

Rizieq sebelumnya angkat cakap terkait status tersangka kasus kerumunan hingga adanya upaya penjemputan paksa dilakukan kepolisian . Rizieq mengaku akan mendatangi Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/12) pagi, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pada malam ini hamba umumkan untuk seluruh anak warga, Insya Allah besok hari Sabtu, tanggal 12 Desember 2020 dalam pagi hari, saya bersama pengacara akan datang ke Polda Metro Jaya. Insya Allah, ” cakap Rizieq dalam sebuah video ditayangkan kanal Youtube Front TV, Sabtu (12/12) dini hari.

Rizieq mengatakan, kedatangannya ke Polda Metro Jaya bentuk komitmennya sebagai warga negara yang taat pada hukum. Rizieq siap menjalankan metode hukum tersebut.

“Jadi saya mau menunjukkan bahwa kita tetap punya komitmen untuk menjadi warga negara yang baik buat patuh hukum, untuk ikut melakukan dari pada prosedur hukum yang ada, ” ujar dia.

Diketahui, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab ditetapkan sebagai tersangka kasus terkaan pelanggaran protokol kesehatan. Penetapan tersebut terkait kerumunan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan putrinya, Syarifah Najwa di Petamburan.

Selain Rizieq, ada lima karakter lainnya ditetapkan sebagai tersangka. Lima tersangka dikenakan pasal Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Sementara Rizieq dijerat dengan Pasal 160 KHUP dan Pasal 216 KUHP.

Penetapan tersangka merupakan buatan kesepakatan dari penyidik setelah menamatkan gelar perkara pada Selasa (8/12) kemarin. Polisi pun mengancam melakukan interpretasi kepada para tersangka

“Ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka pertama penyelenggara saudara MRS, kedua ketua panitia HU, carik panitia A, MS pengasuh, SL penanggung jawab acara, dan HI kepala seksi acara, ” sekapur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Kamis (10/12).

Sehari kemudian, Wakil Penulis sekaligus kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar, mendatangi Mapolda Metro Jaya. Kedatangannya buat mengambil surat pemanggilan terhadap simpulan kasus pelanggaran protokol kesehatan, Rizieq Syihab, dan lima orang lainnya.

Keluar dari ruangan, Aziz mengaku tidak ada surat pemanggilan untuk Rizieq yang bakal diterbitkan ke polisi an. “Enggak ada surat seruan (tersangka), ” singkat Aziz kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (11/12).

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membaca alasan polisi tak mengeluarkan surat pemanggilan terhadap enam tersebut jadi tersangka. “Kemarin sudah dijelaskan saudara MRS panggilan saksi pertama tidak datang, panggilan saksi kedua tidak datang. Kemarin saya tegaskan tak ada lagi, Polda Metro Hebat akan melakukan penangkapan terhadap MRS, ” ujar Yusri. [gil]