Banyuwangi Luncurkan Aksara, 9 Seperseribu Warga Ikuti Pendidikan Kesetaraan

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Merdeka. com – Pemkab Banyuwangi meluncurkan program AKSARA (Akselerasi Sekolah Masyarakat) untuk memfasilitasi warga berusia dewasa memasukkan pendidikan kesetaraan, terutama paritas SMP (paket B) serta SMA (paket C). Sebesar 9. 000 warga terekam mengikuti program ini, mayoritas mengikuti pendidikan kesetaraan SMA.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan agenda tersebut, Sabtu (1/5), sekali lalu untuk menyongsong Hari Pelajaran Nasional 2 Mei. Kesibukan dihadiri Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Ristek, Dr Samto.

“Aksara kami luncurkan untuk memfasilitasi warga kala, usianya ada yang 35 tahun, 40 tahun, bahkan sampai 58 tahun, dengan dulunya karena satu serta lain hal belum sempat bersekolah setara SMP dan SMA. Kalau sudah leler dewasa itu tentu tak mungkin kembali ke sekolah, makanya kita fasilitasi secara program Aksara, ” perkataan Ipuk.

Menyemaikan mengatakan, meski sudah berumur dewasa, pendidikan kesetaraan tetap diperlukan. “Belajar kan sepanjang hayat. Ilmu yang didapatkan juga pastinya berguna. Misalnya, kalau kejar Paket C setara SMA, ada membiasakan ekonomi, bisa digunakan masyarakat, karena saya cek, banyak juga pedagang pasar dan lepau yang ikut program itu, ” ujar Ipuk.

“Selain itu, tentu saja ilmunya berguna, bisa untuk mendampingi pembelajaran anak-anak dari warga dewasa dengan ikut program kesetaraan itu, ” imbuh bupati rani tersebut.

Pola dalam program Aksara tersebut juga fleksibel, sehingga memudahkan warga dalam mengikuti pelajaran. “Warga berusia dewasa mampu tetap belajar tanpa kudu meninggalkan pekerjaan, ” ujarnya.

©2021 Lepas. com

Ipuk menambahkan, program Aksara menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Untuk akselerasi pelaksanaannya, Pemkab Banyuwangi mau membentuk “Suarga” (Saudara Asuh Keluarga), sebuah gerakan gotong royong yang melibatkan rentetan pendidikan, tokoh masyarakat, serta berbagai kalangan.

“Dengan Suarga ini, ada gerakan gotong royong. Utama Suarga bisa mengampu tiga orang, memastikan warga dengan dibina mendapatkan nomor sari siswa nasional (NISN) mematok menuntaskan pendidikan kesetaraannya pada PKBM yang ditunjuk, ” kata Ipuk.

“Kalau dikerjakan barengan, awak yakin program ini mampu dituntaskan dengan baik, ” imbuh Ipuk.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno menjelaskan, pihaknya telah membuka pendaftaran dan pendataan warga yang belum menuntaskan pendidikan dasar. Pendaftaran dikerjakan di koordinator wilayah pada tiap kecamatan.

“Saat ini, ada sekitar 9 ribu warga dengan terdaftar, sebagian besar belum mengenyam SMA, jadi mereka akan ikut Paket C, ” kata Suratno.

Para peserta nantinya akan mengikuti pembelajaran dengan mandiri, tatap muka, beserta mengikuti ujian modul serta ujian pendidikan kesetaraan.

“Setiap peserta belakang akan mengikuti pendidikan kesetaraan dalam kelompok-kelompok belajar yang dikoordinasi oleh PKBM, ” ujarnya.

Untuk memastikan proses pembelajaran secara baik, setiap Suarga harus memastikan perkembangan peserta yang diasuhnya ke PKBM dengan rutin, yang dibuktikan dengan kartu kunjungan.

“Kami menyadari bahwa tak mudah melakukan proses pembelajaran di usia dewasa. Maka perlu dimotivasi. Tugas memotivasi dan memfasilitasi inilah yang menjadi tanggung jawab Suarga dan kita semua, ” pungkasnya. [hhw]