2 Pencuri Sepeda Motor Ditembak Penjaga Usai Beraksi di Ruko Zona Denpasar

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Merdeka. com – Polresta Denpasar menangkap dua pelaku penyamunan sepeda motor (curanmor) bernama Agus Sugianto (33) dan Wahyu Cadra Aditya (21). Polisi memberikan tindakan tegas dengan menembak betis kaki para pelaku.

Mereka diketahui komplotan yang kerap melakukan aksi kegiatan curanmor dengan modus kunci nyantol di sepeda motor, atau saat korban lupa mencabut kunci roda motor.

“Untuk total kerugian (korban) Rp 20. 600. 000. Modusnya pelaku (menyasar sepeda motor) kunci nyantol, ” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Selasa (1/12).

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (27/11) lalu sekitar pukul 12. 30 WITA, di depan Ruko, Jalan Tukad Yeh Penet, No 16, Renon, Denpasar Selatan.

Saat itu, korban bertanda Samsul memarkir sepeda motor di TKP sekitar pukul 12. 20 ITA, untuk menaruh barang berupa sembako. Sementara kunci kontak masih nyantol di sepeda motornya. Selanjutnya, objek masuk ke dalam warung untuk menaruh barang tersebut.

Namun saat korban keluar lantaran warung dan melihat seorang laki-laki tidak dikenal membawa kabur sepada motor milik korban. “Dengan perkara tersebut, korban melapor ke Polresta Denpasar, ” imbuhnya.

Berdasarkan laporan korban, polisi melakukan analisis di seputaran TKP dan memperoleh informasi bahwa besar Honda Scoopy DK 3006 ACL yang ialah milik korban akan dikirim ke Jawa.

Selanjutnya, Polresta Denpasar berkoordinasi dengan Polsek KP3 di Gilimanuk, dan pada Minggu (29/11) sekitar pukul 03. 00 WITA dilakukan pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk dan akhirnya kedua karakter berhasil ditangkap oleh polisi.

Selain itu, dari pengesahan pelaku sudah melakukan aksi itu di enam TKP berbeda di wilayah Denpasar satu kali dalam daerah Tukad Penet. Kemudian, di daerah Darmasaba Badung, sebanyak dua kali dan tiga kali dalam daerah Ubud, Gianyar.

“Sementara, untuk motifnya adalah ekonomi dan juga (untuk) mendapatkan keuntungan, ” ujar Danujaya. [cob]