17 Hari Operasi Yustisi, Denda Pelanggar Protokol Covid-19 Capai Rp2 Miliar

Merdeka. com – Operasi Yustisi terus dilakukan untuk memastikan masyarakat telah mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sampai hari ini, total denda dari para pelanggar mencapai Rp2 miliar.

“Kurungan 1 kasus, denda administrasi sebanyak 32. 003 kali dengan denda Rp 2. 008. 941. 425 miliar, ” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/10).

Awi menambahkan, selama 17 hari penerapan Operasi Yustisi 2020 terhitung mulai 14 September sampai dengan 30 September 2020, tim gabungan telah melaksanakan penindakan sebanyak 2. 580. 084 kali. Dengan sanksi teguran lisan sebanyak 1. 876. 559 kali dan teguran tertulis 394. 278 kali.

“Penutupan tempat usaha sebanyak 1. 242 kali, sanksi lainnya atau kerja sosial 278. 001 kali, ” kata Awi.

Hari ini, anggota Polsek Palmerah menggelar operasi yustisi di Kampung Boncos, Kota Bambu, Jakarta Barat, pada Rabu 30 September 2020 kemarin malam. Polisi menemukan sejumlah alat isap sabu dan sebuah benda mirip granat.

Kapolsek Palmerah, Kompol Supriyanto menjelaskan, mulanya sebanyak 12 anggota berpakaian preman mendatangi Kampung Boncos untuk memberikan himbauan kepada warga agar menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kami bersama anggota patroli minta warga jangan kumpul-kumpul, ” kata dia saat dihubungi, Kamis (1/10).

Ketika itu, beberapa pemuda tak mengindahkan malah menghampiri petugas. Mereka mengira anggotanya bandar narkoba.

“Pemuda itu meminta narkoba, ” ujar dia.

Supriyanto menerangkan, anggotanya pun mengusir para pemuda. Sementara itu, anggota yang lain melakukan penyisiran di kampung tersebut.

“Beberapa warga pada lari-lari ke tanah kosong, kita periksa dan ditemukan sabu seberat lima gram dan alat isap, ” ujar dia.

Supriyanto menyebutkan, selain sabu ditemukan pula benda mirip granat di kampung itu. Pihaknya belum bisa memastikannya.

“Kami panggil gegana dan belum tahu granatnya itu aktif apa tidak, ” ujar dia.

Supriyanto mengatakan, barang bukti dibawa ke Polsek Palmerah. Sementara itu, tak satupun pelaku yang berhasil dibekuk. Dia menyampaikan, para pemuda langsung kocar-kacir ketika mengetahui kedatangan petugas.

“Tidak (pelaku diamankan), lari semua, ” tandas dia.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6. com [lia]